Showing posts with label Alat Pancing. Show all posts
Showing posts with label Alat Pancing. Show all posts

Perlengkapan Mancing Di Laut

ANEKA TIPS PILIH JORAN PANCING UNTUK MEMANCING DI LAUT


Ada berbagai macam piranti sebagai perlengkapan buat mancing khusus di dalam Artiket ini saya coba mengupas lebih dalam perlengkapan memancing di Laut.

Karena pada dasarnya untuk memancing di Laut dan di sungai/kolam/empang adalah sama.hanya khusus untuk mancing di laut piranti dari segi spech/spesifikasi piranti sedikit berbeda, itu semua dikarenakan FIGHT antara Ikan di Laut dan di sungai berbeda (kecuali yg di sungai mancingnya buaya atau pesut…ha ha ha ha =Just a Jok)…

Joran


Joran Untuk Mancing di Laut adalah jenis joran yang memiliki bentuk Patahan/Schock. Biasanya terdari dari 2 bagian dgn panjang bervariasi tergantung keinginan,ada panjang 180cm,210cm,dst.Dengan adanya joran maka peralatan memancing bisa dibuat menjadi lebih terasa sat Ficht dengan Ikan terlebih ikan yg berukuran besar,ringkas saat membawanya. Namun ada juga yg senang menggunakan cara Konvensional yaitu dgn tangan(HandLine). 
Joran pada pemancingan laut

Joran terdapat dalam bentuk joran khusus air tawar maupun air laut. Joran untuk air laut sedikit lebih mahal karena biasanya terbuat dari bahan yang lebih kuat seperti darikarbon maupun dari titanium. Penggunaan bahan yang kuat dan lentur tersebut dimaksudkan untuk menahan beban pancingan terutama pada saat memancing ikan di laut yang memang besar – besar. Joran untuk pemancingan laut biasanya sudah dilengkapi dengan pegangan dan spool sebagai penahan senar sebagai peralatan memancing, joran laut sebaiknya juga menggunakan penggulung/reels yang kuat untuk memudahkan pemancing saat menangkap ikan.Ada berapa penggulung/reels yang biasa digunakan untuk memancing di laut seperti : Daiwa,Shimano,Okuma.

Joran pada pemancingan air tawar
Joran untuk memancing di sungai/air tawarbanyak digunakan yg bentuknya seperti Antenna TV Jadul yg bisa ditarik-tarik keluar dan masuk(panjang/pendek) , hanya terdiri dari beberapa ruas. Panjang joran tawar biasa ditawarkan dengan panjang mulai 2 m – 3,6 m dapat diringkas dan di pendekkan menjadi hanya kira – kira 60 cm saja. Dengan model pendek seperti ini joran memancing dapat di bawa ke mana – mana dengan lebih mudah.

Joran antenna tawar sekarang sudah dapat dibeli dengan harga yang murah dibanding denngan joran khusus di Laut. Dan sekarang joran ini sudah menggantikan keberadaan joran lama yang menggunakan bambu atau stick yang ukurannya panjang. Segi kepraktisan dari sebuah joran antenna menjadi pilihan utama para pemancing Air Twar. Biasanya joran ini tersedia dalam dua bahan yaitu dari fiber glass dan dari karbon.

Mungkin hal ini terlihat sepele kawan. Hanya berkaitan dengan joran (tongkat) untuk memancing. Namun, salah memilih joran (tongkat) pancing, bisa menyebabkan kejadian yang tidak kita inginkan disaat sedang memancing. Misal, joran patah, tidak nyaman digunakan dalam genggaman, dll. Simpel, namun perlu mendapat perhatian. So, apa yang harus diperhatikan dalam memilih (membeli) joran pancing ? sedikit tips disini mungkin bisa membantu anda:

MEMILIH JORAN YANG TEPAT


1. Dimana lokasi anda akan memancing, menentukan pilihan joran pancing. Jika anda akan memancing di laut, lebih baiknya anda memilih joran yang biasa tergabung dengan reel didalamnya. Bisa yang include atau bisa anda vari secara terpisah. Mengapa ? karena lokasi laut membutuhkan senar (benang pancing) yang panjang. Jadi anda perlu tempat untuk senar (benang pancing) anda. Disisi lain, sifat ikan yang perlu fight untuk mengangkat ke permukaan. Bayangkan jika senar (benang pancing) anda panjangnya hanya sebatas panjang joran anda ?

2. Pilihlah jenis joran batangan jika lokasi memancing ada di sungai-sungai dangkal, kolam pancing, maupun di tepi-tepi danau. Hal ini untuk memudahkan anda dalam menghandle joran pancing. Tidak ada aturan memang untuk menggunakan jenis joran ini di tempat-tempat tersebut. Namun, banyak testimoni dari pemancing yang enjoy/lebih senang menggunakan jenis joran batangan ini. Kembali ke kenyamanan anda masing-masing ;-)

3. Jika memilih joran dengan tempat senar (benang pancing) sebagai jalanya benang pancing dari reel, pilihlah yang mempunyai dasar berlapis keramik. Mengapa ? karena jika terjadi gesekan pada saat terjadi Fight, kemungkinan tali pancing (senar) putus akan berkurang. Lain halnya jika anda memilih cincin tali pancing yang berdasar besi atau logam-ligam lain yang mudah berkarat. Hal ini bisa membuat tali pancing anda putus karena gesekan yang terjadi.

4. Diameter dari joran juga tidak kalah pentingnya dalam penentuan ini. Karena joran dengan diameter besar, sangat tidak nyaman di pegangan ketika tangan sang pemancing lebih kecil ;-)
Hal tersebut juga perlu anda perhatikan dalam lokasi mancing anda. Jangan memilih joran dengan diameter kecil (untuk anak anda) jika lokasi memancing anda adalah di lautan dengan target ikan-ikan besar

Macam-Macam Kail Garong


Macam-Macam Kail Garong Mancing baronang dengan teknik garong telah berhasil membuat beberapa pemancing yang biasa mancing dengan teknik lain berpindah agama menjadi penganut mancing baronang dengan tegek dan kail garong yang fanatik. Untuk mengenal lebih jauh mengenai teknik ini ada baiknya kita mengetahui mengenai jenis-jenis kail garong serta plus minusnya. Berikut ini tulisan Mr Ichang, salah satu suhu mancing garong yang juga pengurus RAFAC.


Jenis Pancing atau Kail Garong Berikut Kelebihan & Kekurangannya :
1. Model Lurus/Biasa (Tipe : O’Shaughnessy, Sode, Maru-Sode dll)
Kelebihan:
  • Lebih mudah hook up karena mata pancing langsung mengarah keatas
Kekurangan:
  • Lebih mudah lepas (mocel) saat fight/ikan diangkat karena mata pancing tidak “mengunci” didalam daging

2. Model Lengkung/Kuku Macan (Tipe : Iseama, Chinu, Beak, Limerick dll)
Kelebihan:
  • Lebih sulit lepas (mocel) saat fight/ikan diangkat karena mata pancing “mengunci” didalam daging (seperti model mata pancing “circle hook” yang digunakan untuk memancing ikan pelagis dengan teknik ngoncer dll)
Kekurangan
  • Lebih sulit hook up karena mata pancing mengarah kedalam

3. Model Nekuk/Tekuk Dalam (Tipe : Maru Seigo, dll)
Kelebihan:
  • Diantara model lurus/biasa dan lengkung/kuku macan
  • Lebih mudah hook up dibanding model lengkung/kuku macan
Kekurangan:
  • Lebih sulit mocel dibanding model lurus/biasa


Jenis Material/Bahan Pembuat Pancing Garong :
1. Bahan Nickel/Biasa (putih/abu-abu)
Kelebihan:
  • Paling mudah disolder, hampir tidak perlu menggunakan pasta solder/cairan pelarut
Kekurangan
  • Mudah berkarat
  • Kurang kuat, pancing bisa bengkang/lurus jika di”hajar” ikan baronang besar

2. Bahan Carbon (putih/hitam)
Kelebihan:
  • Kuat, jika tidak dapat menahan kekuatan ikan cenderung langsung patah tidak bengkang
  • Tidak mudah berkarat
Kekurangan:
  • Agak sulit disolder, biasanya harus diolesi pasta solder/cairan pelarut agar lapisan carbon-nya cepat lepas & bisa disolder dengan baik

3. Bahan Baja/Stainless Steel
Kelebihan:
  • Bahan paling kuat, jarang patah/bengkang jika di”hajar” ikan baronang besar
  • Tidak mudah berkarat
Kekurangan:
  • Paling sulit disolder, harus menggunakan pasta solder/cairan pelarut serta panas solder yang baik & merata agar timah solder dapat menempel dengan sempurna di semua titik/sudut yang ada

4. Bahan Lain (Black Nickel/BN, Emas/Gold, Merah dll)
Kelebihan:
  • Jika ukuran bahan/material tebal, kelebihan hanya pada kekuatan ketebalan bahannya
Kekurangan:
  • Cukup sulit disolder, harus menggunakan pasta solder/cairan pelarut agar timah solder dapat menempel dengan sempurna
  • Cenderung lebih mudah berkarat
  • Warna mencolok cenderung menakuti ikan

Pelampung


Pelampung pancingan adalah salah satu perangkat memancing yang berguna untuk membuat umpan pancing tidak tenggelam jauh ke bawah dasar air. Pelampung jenis ini banyak beragam, kendati beragam pelampung secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua.

Jenis pelampung pancingan
1. Pelampung pada permukaan air yang tenang
2. Pelampung pada permukaan air yang berarus atau mengalir

Pelampung pancingan
Secara fisik jenis pelampung pancingan ada dua, yaitu pelampung yang gemuk di pangkal dan pelampung yang gemuk dibagian ujung.

Sedangkan secara kegunaan, juga terbagi dua, yaitu pelampung pada permukaan air yang tenang dan Pelampung pada permukaan air yang berarus atau mengalir.

Pelampung pada permukaan air yang tenang
Kelompok pertama ialah pelampung yang dirancang untuk digunakan saat mancing di perairan yang permukaannya tenang atau relatif diam. Bentuknya antara lain silinder pendek, silinder panjang atau silinder dengan bagian yang membengkak di dekat pangkal.

Bentuk batang silinder pendek misalnya, paling pas digunakan untuk mancing pada kondisi tidak ada angin dan permukaan air "licin" bagai berminyak.

Pelampung dengan bentuk batang silinder panjang lebih pas dipakai untuk mancing di perairan yang agak beriak sedangkan pelampung yang gemuk di pangkal cocok digunakan manakala riak di permukaan air menjadi masalah bagi pelampung berbentuk silinder rata.

Apabila diujung pelampung terdapat semacam jarum indikator, gunanya ialah agar dihasilkan sensitivitas yang lebih jelas teramati, khususnya pada saat mancing ikan yang cara makan umpannya tergolong sangat "santun".

Pelampung jenis pertama ini dipakai dengan meloloskan senar utama melalui cincin kawat di bagian pangkal dan posisinya ditetapkan dengan bantuan dua buah timah (pemberat mata kail) berbentuk bulat kecil yang dijepitkan ke senar utama.

Pelampung pada permukaan air yang berarus atau mengalir
Kelompok berikutnya pelampung yang digunakan khusus untuk mancing di perairan yang berarus atau mengalir.

Kebalikan dari yang pertama, pelampung jenis ini dibagian ujungnya justru lebih gemuk ketimbang di pangkal. Pemasangannya juga tidak dengan dijepit timah (pemberat mata kail), melainkan dijepit selang karet (biasanya pentil sepeda) dibagian pangkal dan ujung, sehingga senar utama penempel di sepanjang pelampung.

Pelampung yang ujungnya agak langsing ideal dipakai untuk mancing dimana jarak antara ujung joran (tongkat pancing) dan pelampung relatif dekat, seperti bila mancing si sungai, dengan umpan laron, kecoa dan umpan lain sejenis yang bobotnya relatif ringan.

Bentuk yang agak gemuk diujung namun tetap silindris di pangkal akan lebih terapung di permukaan air, sehingga lebih mudah diamati responnya pada saat umpan disambar ikan. Pemancing yang baru belajar mancing di sungai sebaiknya memilih pelampung jenis ini.

Pelampung yang bentuknya agak gemuk di pangkal dan semakin gemuk lagi mendekati ujung hanya cocok untuk mancing di sungai yang dalam, namun airnya mengalir cukup deras.

Umpan yang dipakai sebaiknya juga berukuran cukup besar, misal daging keong, kodok, bagian isi perut ayam atau buah pisang.

Macam-Macam Alat Pancing

Memancing tanpa mengenal alat pancingnya sama saja memancing buta. dan berkiut ini blog ini akan memberikan info tentang alat pancing supaya anda dapat mengenalnya juga fungsinya :

KOTAK PANCING (TACKLE BOX)



Sangat berguna untuk membawa semua peralatan anda untuk mancing di laut. Berbagai macam pilihan model dan merk kotak pancing ini. Saya sarankan membeli yang jangan terlalu kecil, karena anda akan beli lagi dan beli lagi karena kotak pancing anda kekecilan. Paling tidak panjang 40-60cm. Pastikan semua peralatan pancing anda (selain joran) dapat masuk dengan leluasa dalam kotak anda.
NIKELIN


Nikelin atau kawat yang tersedia di semua toko pancing, digunakan untuk mancing ikan bergigi tajam seperti barracuda, tenggiri, dll. Untuk mancing di Kep.Seribu, gunakanlah yang SOFT nomor 25-30.

KILI-KILI



Ada dua macam : kili-kili peniti dan kili-kili biasa.
Biasakanlah selalu memakai kili-kili di setiap sambungan kenur Utama dengan tali pandu (leader). Manfaat utama adalah untuk mengurangi kenur melintir.

TIMAH



Timah / pemberat yang biasa digunakan adalah nomor 1-3-5-8, dan gunakanlah bentuk memanjang / seperti peluru, karena bentuk timah yang bulat / oval, mengakibatkan melintirnya kenur.

SABIKI / KOTREK



Sabiki adalah rangkaian beberapa mata kail (minimal 5 kail) yang dibuat sedemikian menarik, menyerupai makanan ikan sehingga ikan dengan segera menyambar rangkaian pancing ini. Biasanya SABIKI sangat efektif untuk mancing ikan umpan seperti : selar, tembang, layang, kembung, como, dll. Untuk mancing ikan-ikan ini digunakan nomor 5,6,7 . Untuk jenis ini, harga berkisar 5000-15000 ribu.

KAIL (HOOK)


Mata kail yang biasa digunakan adalah no.1,2,5,6,7. (tiap merk terkadang berlainan nomornya)
Ada beberapa merek yang sudah terkenal dan banyak dipakai yakni Owner, Gamakatsu, Mustad, Daiichi. Gantilah mata kail yang telah berkarat atau tumpul; atau carilah mata kail yang cukup tajam, tetapi relative murah sehingga anda dapat menggunakannya kemudian dibuang (disposable / sekali pakai))

KENUR (LINES)



Yang umum dan layak digunakan adalah ukuran 8-20 lbs. Untuk pemilihan merk kenur ini, terserah anda dan sesuaikan kondisi keuangan anda. Saya sendiri akan menggunakan kelas kenur 8-10 lbs untuk mancing dasar (kakap merah, kuwe, kerapu) maupun mancing koncer (tenggiri / alu-alu).
Dan saya lebih senang menggunakan yang murah, yang kapasitas 1000-2000m tiap rolnya, sehingga dapat leluasa mnegganti kenur setiap 2-3 kali mancing.

PENGGULUNG (REEL)



Dalam hal ini anda cukup memerlukan sebuah penggulung Spinning Type penggulung yang baik adalah : ringan, memiliki minimal 3 bantalan roda (ball bearing), semakin banyak semakin baik, kapasitas kenur 200-400m. Untuk peralatan yang satu ini, berlaku pepatah : Money never lies, jadi anda jangan membeli penggulung yang tanggung-tanggung, terlebih lagi bukan dari merk ternama seperti : Shimmano dan Daiwa. Lebih baik uangnya ditabung dulu sampai cukup untuk membelinya, daripada kecewa dan menyesal.

JORAN (ROD)



Joran sebaiknya tanpa sambungan (one piece), atau maksimal sambung dua (two pieces).
Bahan yang banyak digunakan adalah fibre glass,Carbon, Grafit, Boron atau Kevlar. Panjang joran yang ideal antara 120 cm hingga 180 cm. Ukuran yang umum digunakan berkisar 5' 6"~6' (5 feet 6 inch s/d 6 feet) sekitar 168~180 cm, biasanya ukuran ini ada pada badan joran. Merk yang umum dipakai adalah : Shimano, Daiwa, Fenwyck, Berkley dsb.

Biasakanlah memilih joran yang ringan dan sedikit kaku (fast taper) untuk reaksi cepat dan akurat.
Dan untuk pemilihan joran ini, terserah anda dan sesuai dengan buget anda. Saya sarankan untuk memilih yang tidak terlalu mahal, dan yang pasti jangan yang teleskopik untuk hasil yang maksimal.

PELAMPUNG


Biasanya terbuat dari kayu, busa, gabus, fiber glass atau plastik, selama sesuai dengan penggunaannya sebagai pelampung yang ringan dan dapat mengambang di atas permukaan air.

UMPAN


Terdiri dari beragam variasi, mulai dari umpan buatan misal berupa ramuan hingga umpan alam hidup ataupun mati misalkan ikan kecil, udang atau cumi-cumi



GUNTING
Bermanfaat untuk mejadi alat memotong/mengguntin baik itu untuk umpan, kenur yang kusut, atau rangkaian mata kail yang rusak/kusut

PAYUNG


Untuk menghindari sengatan teriknya matahari ketika memancing juga kalau turun hujan.

Mengenal Kail Pancingan


Mengenal Kail Pancingan-Kail Merupakan Salah Satu alat utama dalam memancing. Kail modern umumnya terbuat dari bahan baja tahan karat untuk standard minimal namun ada juga yang terbuat dari karbon yang anti karat dan tentu saja memiliki kekuatan jauh lebih baik di bandingkan kail baja.

Bentuk-bentuk kail yang ada sekarang merupakan pengembangan dan penyempurnaan yang dibuat oleh pabrikan kail.bahkan beberapa produsen kail terbaik seperti Amerika serikat, Jepang dan Inggris membuatnya dengan melapisi permukaan kail dengan teflon.

Kail secara umum terbagi atas beberapa bagian :


- eye yaitu lubang mata pancing untuk mengikat senar.
- Shank yaitu tangkai kail yang bentuknya lurus, disebut juga badan kail
- Point yaitu ujung pancing yang berbentuk runcing
- Barb atau bagian runcing terbalik dengan point berguna sebagai pengait
- Gap atau jarak antara ujung pancing ( point ) dengan Shank alias batang nya.

Untuk barb atau kait, merupakan bentuk kail yang memang diperuntukkan untuk memancing air tawar. Sedang untuk memancing air laut terutama untuk memancing ikan cakalang dan tuna dibutuhkan kail tanpa barb. Model terbaru dari beberapa merk terkenal seperti Owner, Gamakatsu, Mustad, Falcon adalah bentuk huruf G bukan J. untuk selera silahkan coba kedua macam bentuk diatas. Biasanya penggunaan kail disesuaikan dengan target sasaran dan juga pengalaman pemancing sendiri.

Metode Penomoran Kail

Metode penomoran mata kail didasarkan pada lebar mata pancing dan diameter batang pancing. Semakin kecil ukuran pancing semakin besar penomorannya. Ukuran 0 atau 1 adalah ukuran terbesar kail.

Nomor kail
Celah ( mm )
Diameter ( mm )
12
9,5
1,0
11
10,0
1,0
10
11,0
1,0
9
12,5
1,5
8
14,0
1,5
7
15,0
2,0
6
16,0
2,0
5
18,0
2,5
4
20,0
3,0
3
23,0
3,0
2
26,5
3,5
1
31,0
4,0
0
35,0
4,

Memilih Joran Pancingan


Sebuah joran pancing adalah alat yang digunakan untuk menangkap ikan, biasanya dalam hubungannya dengan hobi dari memancing, juga dapat digunakan dalam kompetisi casting (olahraga). (Keberuntungan dan penghasilan nelayan biasanya melibatkan joran).



Sebuah senar/tali memancing terpasang ke penggulung, batang panjang atau di ujung: satu ujung berakhir di sebuah kait untuk menangkap ikan. Memancing tiang 'adalah tiang sederhana atau tongkat untuk menangguhkan garis (biasanya diikat ke ujung), dengan bengkok menarik atau umpan. Joran yang paling sering terbuat dari fiberglass, serat karbon atau, klasik, bambu, dan hanya memancing tuas benar disebut sebagai "kutub". Sebaliknya, 'joran' casting mengacu pada alat yang lebih canggih dilengkapi dengan panduan tali/senar dan gulungan untuk penyimpanan tali/senar yang panjang. Batang joran memiliki variasi dalam aksi serta panjang, dan dapat ditemukan dalam ukuran antara 24 inci dan 20 kaki. Semakin panjang joran, semakin besar keuntungan mekanik casting/pelemparan umpan.

Dengan penggunaan joran daerah sasaran pemancingan akan lebih luas. Joran juga akan mempermudah pemancing pada saat ia “Fight “ atau mengendalikan ikan yang sudah terkena mata pancingnya. Penggunaan joran meskipun tidak mutlak tetapi akan mempermudah proses pemancingan itu sendiri.

Alat ini adalah alat yang paling penting dalam memancing, fungsinya sebagai pelontar pancingan ke kolam. Jenis joran yang biasa digunakan terdiri dari 2 macam yaitu joran antenna dan joran sambung. Pemilihan kelenturan dan kakuknya joran itu disesuakan dengan keinginan masing-masing pemancing, ada baiknya sewaktu kita membeli joran kita coba-coba dulu mana yang enak menurut kita. Bagian-bagian joran sendiri terdiri dari:

Blank, ini bagian utama joran yang berbentuk tongkat memanjang.

Reel seat, dudukan reel atau penggulung kenur.

Butt, ini bagian joran dimana tangan memegang joran, di bagian ini terdapat reel seat, butt grip, dan beberapa joran menggunakan gimbal butt (fighting butt).

Line Guide, ini bagian untuk mengontrol keluarnya kenur dari reel sampai mencapai ujung joran, ada 2 tipe utama line guide yaitu ring guide dan roler guide. Khusus untuk joran Fly Fishing ada 1 jenis lagi dinamakan snake guide karena bentuknya ulir menyerupai ular.

Tipe Joran

1. Surf Casting Rod
Joran untuk memancing dari pinggiran karang atau pantai, joran ini panjangnya bisa mencapai 5 meter, mempunyai dudukan reel yang kuat dan grip yang besar untuk dipegang oleh kedua tangan waktu melempat umpan. Biasanya blank-nya bertipe teleskopik. Ada teknik-teknik moderen dalam melempar umpan dengan joran ini hingga bisa mencapai jarak ratusan meter, contohnya Pendulum Cast.




2. Ice Fishing Rod

Joran untuk memancing di danau, kolam, atau sungai yang beku dengan cara membuat lubang di es. Joran ini pendek, hanya sekitar 80-100cm saja dan menggunakan spinning reel.













3. Fly Fishing Rod
Joran ini dirancang sedemikian rupa hingga dapat melempar umpan khusus berbentuk Flies yang relatif ringan dalam jarak yang jauh. Blank panjang dan kecil diameternya dengan kelenturan yang tinggi, reel seat dirancang khusus untuk fly fishing reel. Rod ini biasanya mempunyai 1 ring guide yang besar disebut Stripping Guide dan beberapa ring guide yang lebih kecil disebut Snake Guide, diletakkan di sepanjang blank joran untuk mengontrol jalannya fly line (kenur khusus untuk fly fishing) yang relatif tebal diameternya. Untuk menghindari gangguan dalam melempar (cast) biasanya rod ini tidak mempunyai bagian butt yang berada belakang reel seat, ataupun ada biasanya pendek saja. Tapi ada tipe rod yang mempunyai butt di bagian belakang reel seat dan malahan ada juga yang dilengkapi gimbal butt, biasanya untuk saltwater fly fishing.




4. Trolling Rod
Trolling RodJoran khusus untuk memancing dengan cara Trolling, yaitu memancing dengan menyeret umpan buatan atau umpan alami memakai kapal yang berjalan dalam kecepatan tertentu. Joran ini biasanya mempunyai ukuran dari 5feet sampai dengan 7feet. Ada 2 tipe line guide untuk joran trolling, light dan medium trolling sampai dengan 50lbs biasanya menggunakan ring guide, untuk heavy trolling 50lbs keatas menggunakan roller guide. Semua tipe joran trolling menggunakan tipe Overhead Reel (conventional reel), yaitu reel yang posisinya berada pada sisi atas joran. Bagian butt pada joran trolling ada 2 jenis, yaitu tipe bent (bengkok) dan straight (lurus). Merek-merek terkenal untuk joran tipe ini antara lain adalah: Penn, Biscayne, G-Loomis, American Tackle, Shakespeare, Shimano. Seorang perancang terkenal untuk joran jenis ini adalah Ian Miller dari Australia.

5. Baitcasting Rod
Baitcasting Rod adalah joran dengan Overhead Reel, biasanya digunakan untuk casting umpan di lokasi2 yang sulit terjangkau dengan akurasi yang tinggi. Ciri khas joran tipe ini ditandai dengan adanya pegangan untuk jari telunjuk disebut Trigger Grip atau Pistol Grip (menyerupai trigger pada senapan) pada real seatnya, dan ring guide untuk joran tipe ini biasanya berdiameter jauh lebih kecil daripada ring guide pada spinning rod. Biasanya merek-merek terkenal mengeluarkan 2 model untuk tipe joran yang sama, yaitu model spinning dan model baitcasting.


6. Spinning Rod
Spinning Rod adalah joran dengan Spinning Reel, joran ini biasa digunakan untuk casting umpan jarak jauh dengan mengorbankan sedikit akurasi lemparan. Joran dengan spinning rod adalah joran yang paling umum digunakan di Indonesia karena kemudahan pakai dan harga yang terjangkau. Joran spinning bisa berbentuk teleskopik, 1 section hingga 3 section blank. Spinning rod mempunyai ring guide yang relatif besar terutama pada ring guide yang pertama bila dihitung dari reel seat, fungsi ring guide yang besar ini adalah me-minimalkan friksi kenur yang berputar terhadap ring guide pada saat umpan dilempar. Spinning rod mempunyai jenis-jenis yang populer dikalangan pemancing seperti joran yang biasa dipakai mancing di empang, joran surf casting, joran popping, joran jigging dan sebagainya.

7. Popping Rod
Popping Rod adalah joran untuk mancing dengan metode Popping, yaitu melempar umpan buatan dari kayu atau plastik yang disebut Popper. Joran popping menggunakan spinning reel sebagai penggulung kenur. Joran ini mempunyai rentang panjang blank mulai dari 7 feet sampai dengan 8,6 feet. Bagian butt dari joran ini sangat kuat, bagian grip nya menggunakan EVA foam dan dilengkapi dengan gimbal butt, beberapa tipe joran menggunakan reel seat dengan kunci pengaman. Joran popping masa kini menggunakan bahan dasar carbon composite untuk blank-nya, bahan ini sangan kuat dan ringan sehingga joran popping moderen dapat memiliki rating sampai dengan 100lbs, hampir rata-rata joran popping mempunyai fast action tapper. Rating joran popping biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided, artinya bila suatu joran popping mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8. Ring guide untuk joran popping rata-rata sudah memakai bahan metal alloy atau Silicon Carbide untuk mengantisipasi gesekan kenur braided dengan beban yang besar. Orang jepang terkenal sebagai pengrajin joran popping yang bagus, merek-merek terkenal banyak berasal dari sana seperti Fisherman, Carpenter, dan Sevenseas.

8. Jigging Rod
Orang Jepang tergila-gila dengan metode mancing yang dinamakan Jigging ini, yaitu mancing dengan menggunakan umpan berbentuk Metal Jig. Umpan ini bisa dilempar kemudian ditarik-tarik, atau bisa juga diulur masuk ke air sampai dengan kedalaman tertentu kemudian ditarik-tarik dengan irama tertentu (horizontal jigging atau vertical jigging). Joran jigging memerlukan kekuatan yang besar karena beban umpan yang bisa mencapai lebih dari 500gr, semua joran jigging mempunyai fast action tapper. Panjang joran jigging bervariasi mulai dari 5 feet sampai dengan 7 feet. Seperti halnya joran popping, joran jigging mempunyai konstruksi yang sangat kuat tapi ringan, dikarenakan aktifitas jigging yang sangat menguras tenaga. Rating joran jigging biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided, artinya bila suatu joran jigging mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8. Joran jigging mempunyai 2 model yaitu overhead dan spinning, beberapa merek terkenal mengeluarkan 1 tipe joran yang sama dengan model overhead dan spinning. Walaupun joran jigging mempunyai rating sampai dengan 100lbs, joran model overhead tetap menggunakan line guide berupa ring, bukan roller seperti pada joran trolling. Ring guide menggunakan bahan dasar metal alloy atau silicon carbide untuk menahan gesekan kenur braided. Seperti halnya joran popping, merek-merek terkenal banyak berasal dari Jepang seperti Fisherman, Carpenter, dan Sevenseas.

9. Joran Tegek

Power dan Action dari joran
Joran dibagi-bagi kelasnya dengan Action (sifat-sifat kelenturan joran waktu mendapat beban) dan Power (kekuatan joran).

- Slow Action
Joran tipe ini sangat lentur lifting powernya sangat rendah, ujung joran dapat melengkung sampai hampir mendekati bagian butt dari joran, joran ini bagus untuk mendeteksi gigitan ikan-ikan kecil dan menggunakan kenur yang kecil. Dengan joran tipe ini, tekanan dari ikan lebih diserap oleh joran daripada oleh kenur karena sifat kelenturannya. Joran dengan bahan dasar fiberglass biasanya mempunyai sifat slow action.

- Fast Action
Bila ditekuk joran ini akan sangat cepat sekali kembali ke posisi semula, sangat cocok untuk melempar umpan dengan akurasi tinggi dan untuk memainkan umpan buatan sehingga gerakannya bagus di air. Joran fast action hanya melengkung pada bagian atas joran saja, biasanya mulai dari setengah bagian joran keatas. Joran-joran moderen dengan tipe ini biasanya terbuat dari High Modulus Graphite atau Carbon Composite sehingga mempunyai kekuatan, sensitifitas dan power yang luar biasa.
Power rating dipakai untuk menentukan beban maksimal umpan dan kelas kenur yang dapat ditangani oleh joran tersebut, hal ini lebih berhubungan dengan besarnya target ikan yang akan dipancing

Kisaran harga sebuah joran : 30 ribu sampai jutaan.

Fly Line Pada Pancingan

Dalam fly fishing, fly line adalah komponen yang sangat penting dalam melontarkan fly kearah ikan. Fly line juga merupakan penentu apakah ikan memakan fly atau tidak, apakah ikan berhasil diangkat atau tidak. Dari line yang digunakan, kita bisa menentukan apakah seseorang mancing menggunakan teknik fly fishing atau teknik lain. Dalam fly fishing, line yang digunakan menghasilkan berat pada rod yang menghasilkan energi kinetis untuk melontarkan fly ke target.


Fly line terdiri dari beberapa ukuran, jenis (float atau sinking), dan tapper. Tiap fly line terdiri dari core (inti) dan coating (pelapis). Modifikasi keduanya memungkinkan fly line didisain secara khusus untuk performance karakteristik - castability, shootability, dan durability - yang dibutuhkan untuk berbagai situasi.

CORE
Core atau bagian inti dari fly line menentukan rentang kekuatan (strength), tingkat kelenturan (stretches), dan tingkat kekakuan (stiff).
Strength - inti pada line dibuat lebih kuat dari pada tippet yang biasa digunakan sebagai leader pada fly line.
Stretch - sangat penting bagi sebuah fly line memiliki stretch yang cukup. Jika kurang stretch line akan memiliki masalah memori, sementara jika terlalu stretch fly line akan lembek dan sulit dikendalikan.

Stiffness - fly line yang didisain untuk mancing didaerah tropis harus tahan panas yang extrim dan mampu mempertahankan tingkat kekakuan yang cukup, sementara line yang didisain untuk iklim dingin harus mampu mempertahankan kekakuan yang cukup sehingga tidak mengalami masalah memori jika terlalu kaku.

COATING
Hal yang paling mendasar dan penting dari coating pada line ialah merupakan pemberat dan memberi daya bagi rod. Kepadatan dari coating menentukan apakah fly line tersebut sinking atau floating. Pada floating line terdapat gelembung udara mikro yang dicampurkan pada coating pada kepadatan tertentu yang membuat line mengapung. Sementara sinking line terdiri dari material coating dengan kepadatan tinggi sehingga bisa tenggelam dengan kecepatan dan kedalaman yang diinginkan.
Selain itu coating pada fly line mengandung pigmen atau pewarna yang bisa dilihat pemancing dan ikan.

TAPER
Bentuk fly line atau taper menentukan bagaimana energi disalurkan pada saat casting. Dengan memvariasikan diameter dan panjang dari bagian-bagian line, performa tertentu yang diinginkan dapat dihasilkan. Bagian-bagian dari taper:
  1. Tip - ujung tali paling depan (panjangnya 6 - 12 inci) tempat mengikat leader. Bagian ini tugasnya melindungi taper karena biasanya para pemancing sering berganti-ganti leader dengan cara memotongnya.
  2. Front Taper - bagian ini menentukan seberapa kuat fly dilontarkan. Biasanya front taper panjangnya 4 ft hingga 8 ft, dari bagian belly hingga tip, terlihat diameternya mengecil.
  3. Belly - bagian ini merupakan bagian dengan diameter terlebar dan panjangnya paling panjang, dimana casting energi terletak.
  4. Rear Taper - bagian ini bentuknya, kebalikan dari front taper, gunanya untuk memperlancar casting.
  5. Head - istilah ini untuk menjelaskan kombinasi front taper, belly dan rear taper.
  6. Running Line - bagian ini untuk mempermudah jarak lempar.

JENIS-JENIS TAPER
Level (L) - didisain tanpa taper sama sekali, line ini bisa digunakan dalam berbagai situasi tetapi memiliki kinerja yang rendah. Energi ditransfer tidak secara konsisten dan sangat sulit mengendalikannya saat casting.
Weight Forward (WF) - didisain untuk memungkinkan pemancing untuk melakukan casting jarak dekat maupun jarak jauh (20 - 80 ft) dengan ukuran fly yang normal.
Double Taper (DT) - sebuah line yang memiliki bentuk ujung yang sama dan keduanya berfungsi sama sehingga pemancing bisa menggunakannya bergantian.
Shooting Taper - biasanya disebut shooting head yaitu fly line yang terdiri dari 2 line terpisah yang digabungkan dengan sebuah loop.
Triangle Taper - dirancang oleh Lee Wulff. Banyak pemancing percaya bahwa disain ini memberikan transfer energi casting yang paling effisien dalam berbagai jarak.
Teeny Taper - sebuah line tipe weight forward yang radikal yang diperkenalkan oleh Jim Teeny. bentuknya hampir sama dengan shooting head tetapi tanpa front taper diharapkan bisa meluncur dan tenggelam dengan cepat pada bagian headnya.
STANDAR UKURAN FLY LINE
AFTMA (the former American Fishing Tackle Manufacturers Association- now the ASA- American Sportfishing Association) menetapkan standar untuk ukuran fly line sebagai berikut:

Selain ukuran, fly line juga dibedakan jenisnya:
  1. Floating Line - mengambang karena kepadatannya lebih kecil dari pada air dan mengandung gelembung udara kecil. Tiga tipe dasar dari line jenis ini adalah: level, double taper, dan weight forward.
  2. Sinking Line - line ini memiliki bagian belly yang tenggelam lebih cepat dari pada bagian yang lebih tipis. Sinking line jenisnya ada yang weight forward dan shooting head.
  3. Sinking Tip - jenis line ini terdiri dari floating line dengan tip (ujung) yang bisa tenggelam. Biasanya panjang tip ini 5 - 30 ft.

FLY TACKLE - ROD & REEL PANCINGAN


FLY ROD

Fly rod didisain untuk memancing dengan melontarkan fly dengan cara memanfaatkan momentum dari fly line dan mengendalikan arah dan jarak. Suatu fly rod yang baik akan cocok dengan line tertentu. Menurut www.fly-fishing-colorado.com, faktor2 yang perlu diperhatikan dalam memilih fly rod antara lain:


  1. Budget - sesuaikan fly rod dengan budget anda (walaupun banyak orang bilang harga tidak pernah berbohong). Bagi pemula sebaiknya membeli rod combo untuk mengurangi biaya.
  2. Garansi - biasanya beberapa manufaktur fly rod memberikan lifetime garansi.
  3. Fish Species - Jenis ikan apa yang akan anda pancing? Dimana anda akan gunakan (di laut, sungai berarus, atau danau)?
  4. Fishing Distance - Berapa jarak pancing normal anda? Umumnya ikan biasanya bisa dipancing dalam jarak 20ft dari tempat kita berdiri. Pilihlah rod yang bisa melakukan overhead cast secara nyaman hingga 45ft. Ini akan memenuhi kebutuhan memancing secara umum.
  5. Gender - pemilihan fly rod bagi pria berbeda dengan wanita. Karena pria memiliki bagian tubuh atas lebih kuat dari pada wanita, maka fly rod bagi pria lebih panjang dari wanita. Panjang rod untuk pria biasanya 9ft sedangkan untuk wanita biasanya 8ft hingga 8.5ft.
  6. Casting Ability - dalam hal ini dibedakan antara seorang pemancing pemula, intermediate dan advanced. Kemampuan ini yang akan menentukan pemilihan flexibilitas rod atau action. Rod dengan medium action biasanya cocok untuk pemancing pemula, intermediate hingga advanced. Sementara fast action cocok untuk pemancing tingkat advanced.
  7. Fly Lines - pemilihan fly rod juga harus disesuaian dengan ukuran dan jenis fly line yang kita pakai.


FLY REEL

Dalam teknik mancing fly fishing reel yang digunakan melekat pada ujung bawah fly rod yang digunakan. Fly reel digunakan untuk memuat backing line serta fly line dan kadang digunakan untuk mengendalikan ikan. Jika kita sering memancing dengan teknik lain, melihat fly reel sepertinya terlalu sederhana. reel fly terlihat banyak lobang disisinya, ini gunanya untuk mengurangi berat dan juga untuk mengeringkan air yang menempel pada fly line. Fly reel biasanya digunakan untuk freshwater tapi ada juga yang dibuat untuk saltwater, hal ini dibedakan dari material yang digunakan. Drag sistem yang digunakan dari yang sederhana (click and pawl system) hingga yang bisa diatur dragnya. Fly reel juga dibuat dalam beberapa ukuran yang disesuaikan dengan ukuran fly line dan rod.

Saran dalam memilih fly reel, sebaiknya sebelum membeli dicoba dahulu. Sedapat mungkin membeli fly reel bersamaan dengan membeli fly rod agar kita bisa tahu balanced rig nya. Jangan sampai reel yang kita beli terlalu besar dan terlalu berat bagi rod kita sehingga kehilangan keseimbangan yang menyebabkan mengurangi kenyamanan.

Rumpon Ikan


Rumpon adalah suatu benda yang sengaja dipasang oleh manusia di suatu perairan atau di laut yang berfungsi untuk mengumpulkan ikan sebelum dilakukan penangkapan atau pemancingan. Pemakaian rumpon untuk usaha perikanan sudah lama dilakukan oleh nelayan kita, namun untuk kebutuhan pemancingan sebagai hobi atau sport masih jarang dilakukan. Dengan bantuan rumpon kita akan lebih pasti untuk mendapatkan lokasi pemancingan yang ada ikannya.
 
            Satu unit rumpon dapat terdiri dari pelampung, tali-temali, alat pengumpul ikan, dan jangkar atau pemberat. Bahan pelampung dapat berupa rakit bambu, pelampung plastik, atau drum. Daun kelapa atau ban-ban bekas dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengumpulkan ikan. Tali-temali dapat dibuat dari tali ijuk tau tali polyetilen/ plastik. Sedangkan sebagai pemberat dapat menggunakan jangkar besi, batu, atau semen beton.
            Dilihat dari posisi pemasangan alat pengumpul ikannya, rumpon dapat digolongkan menjadi tiga jenis: rumpon lapisan permukaan, rumpon lapisan tengah rumpon dasar. Ada beberapa alasan mengapa ikan tertarik pada rumpon, diantaranya rumpon dapat digunakan sebagai tempat berlindung ikan dan berkumpulnya makanan. Dengan adanya rumpon, banyak plankton yang menempel atau hidup disekitarnya sehingga dapat menarik ikan-ikan kecil. Pada akhirnya jenis ikan besar akan datang untuk memakan ikan kecil tersebut.
            Pemancingan di sekitar rumpon memang belum banyak dilakukan terutama untuk pemancingan ikan yang hidup dekat permukaan. Meskipun demikian, untuk pemancingan ikan dasar, sudah banyak yang memanfaatkan rumpon seperti yang dilakukan pemancing-pemancing di perairan Kepulauan Seribu. Pemancing disana memanfaatkan becak-becak bekas yang dibuang ke laut sebagai rumpon.
            Dengan adanya rumpon, kita tidak akan kesulitan mencari lokasi pemancingan. Disekitar rumpon kita dapat melakukan segala macam teknik pemancingan baik memancing di dasar, di lapisan tengah, maupun di permukaan.

Ganco Ikan

 
Ganco diperlukan untuk memudahkan mengangkat ikan besar seperti marlin, tuna, atau layaran yang dipancing dari laut lepas. Jenis ikan ini sulit dinaikan ke atas kapal dengan menggunakan tangan karena disamping berat, tenaga yang dimiliki juga kuat sehingga membahayakan pemancing.
 
Ganco berbentuk seperti alat pengait yang ujungnya dibuat tajam dan berbentuk melengkung. Tangkai ganco bisa dibuat dari kayu sepanjang maksimum 2,43 m. Demi keamanan, tangkai ganco bisa diikat dengan tali pengaman. Tali ini berfungsi sebagai pengaman. Apabila ikan tangkapan lepas bersama ganconya, tali pengaman masih berada di kapal sehingga mudah ditarik kembali. Panjang tali ini menurut aturan game fishing tidak melebihi 9,14 m.
 
Serok umumnya digunakan untuk mengangkat ikan kecil yang dipancing di perairan pantai yang dangkal. Serok dibuat dari jaring bermata kecil 2-2,5 cm dan dibentuk seperti kantong. Mulut serok diberi kerangka besi berbentuk bundar. Untuk memudahkan penggunaany, serok dilengkapi dengan tangkai kayu sepanjang 1-1,5 m.

Gps Pendeteksi ikan(Depth Sounder, GPS dan Plontang )


Mancing di lautan memang sangat menyenangkan, apalagi jika kita mendapatkan spot yang sangat bagus. Bukan tidak mungkin kita pasti akan kembali ke tempat itu untuk mancing lagi dikesempatan berikutnya. Tapi, apakah kita bisa mengetahui dengan pasti tempat kita mancing dulu? jawab pasti bisa.


Kemajuan teknologi yang sangat cepat memberikan dampak positif terhadap hobi mancing yang kita sama-sama senangi ini. Karena dengan diciptakannya alat bantu seperti Depth Sounder dan GPS bisa memudahkan kita untuk menemukan spot yang sangat potensial, hal itu pastinya juga sangat berguna bagi masyarakat kita yang memang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan. Berikut ini alat bantu yang sering digunakan untuk mengetahui spot yang banyak ikannya oleh para pemancing ataupun nelayan.

1. Depth sounder

Cara kerja alat ini adalah dengan memancarkan gelombang suara yang diarahkan ke dasar laut, kemudian gelombang tersebut akan dipantulkan kembali ke atas dan diterima oleh alat tersebut. Dari situlah kita dapat mengetahui berapa meter kedalaman laut di titik itu, apakah dasarnya lunak atau keras dan sebagainya.

Mungkin ini adalah info yang menjadi dasar kebutuhan kita untuk mencari suatu spot ikan. Pada peralatan yang makin mahal, informasinya juga semakin beragam. Misalnya saja layar monitor yang sudah berwarna (bukannya abu-abu lagi), adanya keterangan suhu atau temperatur dan lainnya.

Bentuk Echo Sounder ini beragam, semakin mahal alat itu, makin banyak tombol atau alat yang bisa kita atur. Tapi kalau hanya sekedar mencari karang dan tandes, maka alat ini sudah lebih dari cukup. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah merk berbeda akan mempunyai letak tombol yang berbeda pula, jadi kita harus mempelajari cara penggunaanya dari masing-masing buku manualnya.


Ada 2 frekuensi yang biasa di gunakan oleh Depth Sounder ini. Yang satu adalah 50kHz, dan satunya lagi 200kHz. Kalau kita set sounder di 50kHz, maka akan semakin besar area yang di cakup di dasar laut, tapi detailnya kurang tampak. Jadi, untuk mencari lokasi karang atau tandes, kita gunakan yang 200kHz. Hal lain yang juga mempengaruhi ketajaman detail yang mampu kita lihat adalah besaran Wattnya. Semakin besar

Wattnya semakin jelas detail yang dihasilkan, dan semakin mahal harganya.
 Perhatikan gambar di samping ini. Ini adalah gambar struktur dasar laut yang dilewati oleh kapal yang kita naiki. Membacanya mulai dari bagian kiri monitor.


Pada awalnya, dasar laut berwarna merah, dan menjadi semakin merah padat.. turun ‘kelembah’.. naik ke gundukan kecil, dan baru berubah menjadi merah biasa lagi setelah gundukan tersebut.

Warna merah padat itulah yang kita cari!. Itulah yang di sebut dengan tandes. Perhatikan pula, di atas tandes ada beberapa gambar mirip bulan sabit, yang sebenarnya merupakan ikan yang kita cari. Makin besar gambarnya, makin besar pula ikannya. Biasanya ikan-ikan ini bersifat relatif menetap di tandes tersebut kecuali ada sesuatu yang mengganggunya atau menghalaunya untuk pindah.


Nah, dengan memperhatikan gambar di sebelah ini, jelas terlihat adanya ‘gundukan’ berwarna merah yang amat berbeda dengan dasar laut yg berwarna coklat.Perhatikan juga, betapa banyak ikan yang berkeliaran di sekitaran tandes (atau karang) ini. Inilah yang kita cari, dan merupakan spot yang amat potensial untuk memancing ikan. Hal yang mesti diingat di sini adalah gerombolan ikan selalu bergerak, alias tidak berdiam di tempat seperti ikan-ikan di tandes yang dijelaskan di atas.




2. Global Positioning System, yang biasa di singkat dengan GPS

Dengan GPS  kita bisa menandakan lokasi yang diwakili oleh sederetan angka yang dikenal dengan nama koordinat. Tidak ada tempat yang memiliki titik koordinat yang sama di permukaan bumi ini, masing-masing adalah unik, seunik cap jempol kita sendiri.
Nah, apa guna GPS itu disini?.

Sekarang bayangkan begini: hari ini anda sedang beruntung menemukan tandes atau karang. Hasil anda memancing hari ini amat memuaskan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Sebulan kemudian, anda ingin mancing kembali di spot ini. Bagaimana cara anda menemukan kembali spot ini di lautan yang luas itu?.
 
Nah, GPS akan membuatnya menjadi lebih mudah, karena GPS bisa menandai dan menyimpan koordinat ini hanya dengan menekan beberapa tombol saja. Jadi GPS  berfungsi sebagai penanda lokasi atau spot mancing yang kita temukan. Banyak bentuk dan model di buat oleh pabrikan GPS di dunia ini, dan gambar yang terpasang di sebelah adalah tipe GPS handheld yang bisa dibawa kemana saja, karena kemampuannya mengambang di air, rasanya ini adalah GPS handheld yang paling cocok untuk orang yang banyak bermain di air, baik danau maupun laut. Jadi, spot yang anda temukan sekarang bisa dengan mudah anda temukan kembali di masa depan, dengan menandai lokasi spot itu di GPS.
 
3. Plontang
 
Apa sih yang di sebut plontang ? Pada dasarnya plontang itu adalah pelampung. Fungsinya hanya sebagai 
penanda “dimanakah lokasi persisnya spot yg kita temukan tadi?’

Plontang bisa kita buat sendiri, misalnya saja dengan jerigen air ukuran 10 liter. Plontang ini (disebut “induk” plontang) diikat dengan tali. Ujung yang satu diikatkan ke pemberat yang akan turun ke dasar laut, dan ujung satunya lagi diikat dengan “anak plontang”. Ujung yang di hubungkan dengan pemberat di buat sedemikian rupa sehingga tali bisa diatur panjang pendeknya sesuai dengan kedalaman laut di spot tersebut. Sedangkan yang di hubungkan dengan anak plontang cukup 2-3 meter saja.

Ada bagusnya induk dan anak plontang di cat dengan warna yang mencolok sehingga mudah dilihat dari jauh, Misalnya saja induk plontang dengan warna merah dan anak plontang dengan warna kuning. Kalau mau lebih bagus lagi, di masing-masing plontang diberikan bendera, sehingga amat mudah terlihat dari kejauhan.